INDONESIA DAN NEGARA-NEGARA DI ASIA PASIFIK MENJADI PENERIMA EMAIL SPAM TERBANYAK DI DUNIA

Tim Riset dan Analisis Global (GReAT) di Kaspersky, Noushin Shabab, dalam ajang Kaspersky APAC Cyber Security Weekend 2022 mengatakan bahwa para peneliti telah melakukan penyelidikan ancaman spam di Asia Pasifik (APAC) pada tahun ini. Hasilnya, ditemukan fakta bahwa wilayah Asia Pasifik menjadi penerima 24 persen dari email spam global berbahaya yang terdeteksi. Seluruh email spam tersebut kemudian diblokir oleh Kaspersky solutions.

Menurutnya, email spam berbahaya bukan jenis serangan dengan dukungan teknologi canggih yang bersifat kompleks. Serangan ini dilakukan dengan menggunakan teknik rekayasa sosial (social engineering) canggih yang berbahaya bagi individu dan perusahaan. Email ini dikirim dalam jumlah besar dan dilakukan secara massal oleh pelaku kejahatan yang disebut spammer dengan tujuan untuk mencuri uang dari para korban yang merespon pesan tersebut.

Dikatakan lebih lanjut bahwa email spam ini selalu digunakan para spammer saat melakukan kejahatan penipuan phishing untuk mendapatkan informasi kredensial seperti password, nomor kartu kredit, informasi detail terkait akun bank serta informasi lain yang dianggap penting. Selain itu email spam juga digunakan sebagai sarana untuk menyebarkan kode malware berbahaya yang akan menginfeksi komputer penerima email.

Shabab mengatakan bahwa sepanjang tahun 2022 ini, sekitar 61 persen email spam terdeteksi menargetkan pengguna Kaspersky di Vietnam, Malaysia, Jepang, Indonesia dan Taiwan. Faktor utama yang menjadi penyebab tingginya jumlah email spam ini adalah jumlah populasi penduduk yang tinggi, meningkatnya penggunaan layanan berbasis elektronik atau e-service, serta regulasi pembatasan aktivitas yang diterapkan pemerintah selama pandemi.

Situasi pandemi yang memicu penerapan pembatasan aktivitas dan diganti metode kerja dari rumah atau Work From Home (WFH), mengharuskan masyarakat lebih banyak menggunakan komputer pribadi untuk melakukan pekerjaan mereka dari rumah. Metode ini dinilai memiliki celah kerentanan dalam hal keamanan siber, mengingat perlindungan keamanan yang dimiliki jaringan internet di rumah tidak sebaik jaringan internet di kantor.

Shabab menyebutkan bahwa Kaspersky secara terus menerus melakukan pengawasan terhadap seluruh kelompok Advanced Persistent Threats (APT) yang beroperasi di wilayah Asia Pasifik, baik itu kelompok yang baru muncul maupun yang sudah ada. Dari pengawasan yang dilakukan tersebut, pihak Kaspersky menemukan fakta bahwa aktor ancaman terkenal selalu menggunakan metode phishing bertarget dalam setiap kejahatan mereka. Metode yang dinamakan spear-phishing ini dimanfaatkan untuk melakukan penyusupan ke dalam sistem komputer dan jaringan internet organisasi.

Salah satu contoh kelompok APT yang menggunakan email spam berbahaya menargetkan entitas penting di Asia Pasifik adalah Sidewinder. Sejak Oktober 2021 kelompok ini telah menggunakan kode JavaScript berbahaya, dan menciptakan domain server command and control (C-2). Kelompok yang juga dikenal dengan nama lain Rattlesnake atau T-APT4, selalu memancing korban dengan menggunakan email spear-phishing berisi lampiran file RTF dan OOXML berbahaya.

Kelompok APT selalu menargetkan data-data dan informasi sensitif apapun, sehingga korban yang menjadi target utama mereka bukan hanya lembaga pemerintah saja, tetapi juga lembaga keuangan besar dan perusahaan yang bergerak di bidang energi. Bahaya utama dari serangan kelompok APT ini adalah saat operasi mereka diketahui maka ancaman menghilang. Namun tanpa disadari oleh korban, pelaku telah meninggalkan sejumlah backdoor yang memungkinkan mereka untuk kembali melakukan serangan diwaktu yang mereka inginkan.

Selanjutnya dikatakan oleh Shabab bahwa penggunaan teknologi keamanan yang berfungsi untuk melindungi inbox dinilai sangat penting untuk diterapkan. Hal ini dikarenakan inbox selalu menjadi titik masuk yang dieksploitasi aktor ancaman untuk mendapatkan celah penyusupan ke dalam jaringan organisasi. Perusahaan perlu mendorong para pegawai dari seluruh level untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman email palsu melalui edukasi dan penguasaan teknologi yang berfokus pada keamanan email. Kaspersky juga menyarankan perusahaan untuk memanfaatkan perangkat lunak keamanan canggih dengan kemampuan untuk mendeteksi serangan APT canggih.

 

Sumber:

https://www.msn.com/id-id/berita/other/asia-pasifik-sumbang-seperempat-email-berbahaya-global-pada-2022/ar-AA119duN?li=AAfundZ

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.