KANTOR BERITA AFRIKA SELATAN DAILY MAVERICK MENDAPAT SERANGAN DDOS OLEH HACKER INDIA

Situs kantor berita Afrika Selatan Daily Maverick melaporkan bahwa pihaknya menjadi sasaran serangan dunia maya dari India. Serangan ini terjadi beberapa jam setelah Daily Maverick menurunkan laporan bahwa Perdana Menteri Narendra Modi menolak meninggalkan pesawatnya karena pemerintah Afrika Selatan “hanya mengirim seorang Menteri Kabinet” untuk menerimanya.

Menurut CEO Daily Maverick, Styli Charalambous, serangan tersebut dilakukan dalam bentuk DDoS. Penolakan Layanan Terdistribusi (Distributed Denial of Service – DDoS), adalah sejenis serangan siber yang dirancang untuk membanjiri situs web atau servernya dengan lalu lintas dalam jumlah besar, sehingga server tidak dapat diakses oleh pengguna.

Disebutkan bahwa Perdana Menteri Narendra Modi berada di Afrika Selatan untuk menghadiri KTT BRICS, yaitu kelompok ekonomi yang terdiri atas Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. Namun setibanya di Afrika Selatan, Perdana Menteri Modi menolak untuk turun dari pesawat di Pangkalan Angkatan Udara Waterkloof di Pretoria. Hal ini dikarenakan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa hanya mengutus Wakil Presiden Paul Mashatile untuk menyambutnya. Sebaliknya, Presiden Cyril Ramaphosa secara pribadi berada di landasan untuk menyambut Presiden Tiongkok XI Jinping ketika dia tiba pada Senin malam.

Dalam sebuah pernyataan pada Rabu malam, Daily Maverick melaporkan bahwa beberapa jam setelah laporan insiden penolakan turun Perdana Menteri Modi, situs kantor berita tersebut tiba-tiba mati. Namun pihak keamanan kemudian bergerak cepat melakukan mitigasi. Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan, diketahui kantor berita tersebut mengalami serangan penolakan layanan terdistribusi (DDoS) dalam skala besar. Dari penyelidikan tersebut juga diketahui bahwa serangan tersebut berasal dari sejumlah besar server India.

Pemimpin Redaksi Daily Maverick, Branko Brkic mengatakan bahwa tujuan serangan ini adalah untuk menolak akses masyarakat India terhadap berita ini karena tidak ada upaya yang dilakukan untuk menyembunyikan sumber serangan tersebut. Akhirnya pihak keamanan Daily Maverick tidak punya pilihan selain memblokir seluruh domain India untuk melindungi integritas situs.

Informasi yang disampaikan oleh Daily Maverick kemudian dibantah oleh juru bicara kantor Wakil Presiden Afrika Selatan dengan mengatakan bahwa apa yang dilaporkan Daily Maverick adalah kebohongan. Disebutkan bahwa Presiden Afrika Selatan sudah mengetahui akan kedatangan PM India dan bertekad untuk menyambutnya, bahkan Presiden Afrika Selatan sudah berada di bandara sebelum pesawat yang ditumpangi PM India mendarat. Namun Daily Maverick tetap berpegang pada pernyataan mereka dan akan tetap melaporkan perkembangan insiden tersebut.

 

Sumber: Scroll.in

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.